Purwokerto, 2019.
Sabtu
20 Juli 2019
memulai pagi dengan membawa bekal berupa pengetahuan ke sebuah sekolah menangah atas untuk melakukan tes masuk perguruan tinggi negeri di kota kelahiran saya, Bekasi. berlangsur lancar—alhamdulillah, dan merayakan selesainya tes perguruan tinggi tersebut dengan semangkuk bakso bersama seorang sahabat saya sejak dalam SMP. berpamitan pulang serta berpamitan kepada Ibu untuk melakukan perjalanan ke kota yang jauh yaitu Purwokerto.
sangat betul teringat di otak saya keramahan penduduk dari kota ini. di tampung oleh warga asli Purwokerto—saudara jauh dari teman saya yang ikut juga dalam perjalanan ini—dengan suka hati
setelah melewati rintangan mengenai hotel yang sudah kami booking.
teh hangat menyambut kami pada pertengah malam hari, disuguhkan oleh saudara teman saya yang kami panggil dengan Budhe. perawakannya kecil, terbalut daster yang terlihat kebesaran karena sosoknya yang kurus. rambut hitam yang tercampur sedikit putih beliau ikat. raut wajahnya tersenyum ramah menerima kami. memulai percakapan dari bercerita mengenai hotel hingga lingkungan Purwokerto yang sunyi, damai, dan sangat dingin bagi kami yang terbiasa dengan udara panas ibu kota. beliau bercerita dengan antusias ketika saya menanyakan tentang Purwokerto. tuturnya halus, pun tidak terdengar intonasi materialis di sela ucapannya. begitupun dengan Pakdhe—suami dari Budhe yang menjemput kami dari hotel.
percakapan terhentikan mengingat waktu yang sangat malam dan keesokan harinya kami harus menjalankan tes masuk perguruan tinggi negeri lainnya.
esoknya kami makan siang di salah satu warung nasi, lagi-lagi saya ditemukan oleh orang baik. di warung makan tersebut terdapat Mas-Mas yang juga melayani kami. hanya warung makan—burjo sederhana, di pinggir jalan, tidak luas. ayam kremes pedas dan segelas teh hangat menjadi saksi perbincangan ramah yang saya dan teman-teman bicarakan dengan Mas Burjo ini.
Purwokerto cantik—damai.
saya senang dipertemukan dengan orang-orang baik. pun saya juga senang melakukan perjalnan jauh. saya juga senang bertemu dengan warga sekitar di perjalanan tersebut. i learnt a lot from them. menjadi lebih bersyukur dan belajar untuk menghargai perasaan orang lain.
sekian,
selamat berakhir pekan,
✨
20 Juli 2019
memulai pagi dengan membawa bekal berupa pengetahuan ke sebuah sekolah menangah atas untuk melakukan tes masuk perguruan tinggi negeri di kota kelahiran saya, Bekasi. berlangsur lancar—alhamdulillah, dan merayakan selesainya tes perguruan tinggi tersebut dengan semangkuk bakso bersama seorang sahabat saya sejak dalam SMP. berpamitan pulang serta berpamitan kepada Ibu untuk melakukan perjalanan ke kota yang jauh yaitu Purwokerto.
sangat betul teringat di otak saya keramahan penduduk dari kota ini. di tampung oleh warga asli Purwokerto—saudara jauh dari teman saya yang ikut juga dalam perjalanan ini—dengan suka hati
setelah melewati rintangan mengenai hotel yang sudah kami booking.
teh hangat menyambut kami pada pertengah malam hari, disuguhkan oleh saudara teman saya yang kami panggil dengan Budhe. perawakannya kecil, terbalut daster yang terlihat kebesaran karena sosoknya yang kurus. rambut hitam yang tercampur sedikit putih beliau ikat. raut wajahnya tersenyum ramah menerima kami. memulai percakapan dari bercerita mengenai hotel hingga lingkungan Purwokerto yang sunyi, damai, dan sangat dingin bagi kami yang terbiasa dengan udara panas ibu kota. beliau bercerita dengan antusias ketika saya menanyakan tentang Purwokerto. tuturnya halus, pun tidak terdengar intonasi materialis di sela ucapannya. begitupun dengan Pakdhe—suami dari Budhe yang menjemput kami dari hotel.
percakapan terhentikan mengingat waktu yang sangat malam dan keesokan harinya kami harus menjalankan tes masuk perguruan tinggi negeri lainnya.
esoknya kami makan siang di salah satu warung nasi, lagi-lagi saya ditemukan oleh orang baik. di warung makan tersebut terdapat Mas-Mas yang juga melayani kami. hanya warung makan—burjo sederhana, di pinggir jalan, tidak luas. ayam kremes pedas dan segelas teh hangat menjadi saksi perbincangan ramah yang saya dan teman-teman bicarakan dengan Mas Burjo ini.
Purwokerto cantik—damai.
saya senang dipertemukan dengan orang-orang baik. pun saya juga senang melakukan perjalnan jauh. saya juga senang bertemu dengan warga sekitar di perjalanan tersebut. i learnt a lot from them. menjadi lebih bersyukur dan belajar untuk menghargai perasaan orang lain.
selamat berakhir pekan,
✨

Comments
Post a Comment